Sejarah Sepatu Vans Dari Sepatu Murah Jadi Produsen Raksasa

Sejarah Sepatu Vans Dari Sepatu Murah Hingga Produsen Sepatu Raksasa

Posted on

Sepatu Vans merupakan salah satu sepatu yang selama ini identik dengan olahraga skateboard dan anak muda. Tetapi dibalik itu, kisah tentang bagaimana brand Vans dibangun, hingga seperti sekarang ini, sesungguhnya luar biasa dan sangat inspiratif. Dari sebuah bengkel kecil yang membuat sepatu murah, kini Vans menjelma menjadi produsen sepatu besar yang namanya telah menjadi kebanggaan bagi anak muda pemakainya.

Sejarah Brand Sepatu Vans

Sejarah Sepatu Vans Dari Sepatu Murah Jadi Produsen Raksasa

Vans awalnya didirikan oleh dua bersaudara James dan kakaknya Paul Van Doren. Mereka meluncurkan produknya hampir bersamaan dengan hadirnya budaya skateboard yang melanda Southern California pada tahun 1960-an.

Sepatu dari Van bersaudara tersebut ketika itu banyak dipakai oleh anak-anak muda yang bermain skateboard karena mempunyai desain sol yang anti selip. James yang berlatar belakang kimia dan mekanik mempunyai andil besar dalam mendesain sol yang unik dan anti selip tersebut.

Baca Juga : 5 Desainer Sepatu Wanita Ternama di Dunia

Awal mereka membentuk perusahaan tersebut bermula ketika ditahun 1960-an Paul menyarankan James dan dua orang kawannya untuk membuat usaha mereka sendiri. Mereka kemudian menamai sepatu olahraga buatannya dengan merk Vans yang segera dikenali dengan logonya yang berwujud huruf V kapital dengan ekor yang memanjang menutupi sisa kata.

Mereka memutuskan untuk mempertahankan sepatunya dengan harga murah dan menyasar masyarakat kelas menengah. Ketika itu mereka masih memproduksi sendiri sepatunya dan menjualnya di toko ritel mereka di Anaheim, California.

Toko Pertama Sepatu Vans

Sejarah Sepatu Vans Dari Sepatu Murah Jadi Produsen Raksasa

Perusahaan yang mereka dirikan tersebut awalnya begitu kecil, sehingga toko pertamanya hanya bisa untuk memajang desain contoh. Baru jika ada pelanggan yang datang akan dibuatkan di pabrik keluarga mereka. Seringkali pula dua bersaudara itu membuat desain sepatu yang bawa oleh para pelanggannya. Tetapi keunggulannya adalah mereka kemudian membuatkan sol sepatu dengan desain sol yang unik, mirip kue wafel, yang sempurna mencengkeram permukaan dari kayu seperti bagian atas skateboard.

“Mereka membuat sesuatu yang tepat pertama kalinya. Sol yang mereka buat, yang disebut sol wafel. Tidak ada lagi yang tampaknya hampir sama bagusnya untuk skateboard” kata Herb Hogen, mantan skater kompetisi yang telah memakai Vans selama 30 tahun.

Segera sesudah itu, sepatunya terlihat di mana-mana bersamaan dengan skateboard yang mulai populer di seluruh negeri. “ Jika anda melihat orang lain memakai Vans, anda segera tahu mereka adalah pemain skateboard dan anda segera memiliki koneksi dengannya,” kata Hogen, 42, yang sekarang menjadi montir sepeda dari Missoula dan masih bermain skates untuk bersenang-senang.

Vans kemudian menjadi lebih tenar lagi setelah ditahun 1982, Sean Penn menggunakannya dalam sebuah filmnya “Fast Times at Ridgemont High”. Ketika itu dia memakai sepasang Vans dengan desain kotak-kotak yang khas. Hingga sekarang Vans masih dipakai oleh para remaja dan masih konsisten di jalur pasar anak muda.